• Agama dan Masyarakat



    Agama dan Masyarakat
    M. Quraisy Ali
    1158030120


                Agama merupakan suatu ekspresi kolektif nilai-nilai manusia. Ia memberi makna pada perilaku individu maupun masyarakat, serta memberi harapan mengenai suatu keberlangsungan hidup setelah mati. Penulis sepakat akan pemahaman mengenai agama diatas, namun sebagai masyarakat beragama, bukan sebagai agama
    dalam kaitannya dengan masyarakat.
    Perilaku seorang individu ataupun masyarakat dipengaruhi oleh kekuatan dari dalam diri setiap individunya yang didasarkan pada nilai-nilai yang telah menginternalisasi sebelumnya, nilai-nilai inilah yang dipandang sosiolog sebagai suatu wujud agama. Oleh karena itu, oleh para sosiolog, agama dipandang sebagai sebuah sistem kepercayaan yang diwujudkan dalam perilaku sosial.
    Agama sebagaimana dalam kajian sosiologi, memiliki peran dalam tiga kawasan kehidupan manusia. Pertama, sebagai kawasan dimana kebutuhan manusiawi individu dapat dipenuhi dengan usaha individunya itu sendiri, dalam ranah ini, penulis sedikit mengulas masyarakat calvinisme dalam berperilaku. Calvinisme sebagai suatu agama yang memberikan dampak terhadap dunia perekonomian, ia memberikan suatu penilaian atau makna terhadap arti bekerja, singkatnya, bagi masyarakat calvinisme, bekerja adalah salah satu dari bentuk ibadah. Kedua, kawasan manusia yang merasa aman secara moral. Dalam hal ini, agama dijadikan sebagai suatu tolok ukur norma dalam berperilaku. Perilaku sosial yang didasarkan pada satu norma yang sama, akan menciptakan keselarasan, sehingga terhindar dari perilaku yang dianggap menyimpang dari norma-norma yang sudah seharusnya disepakati. Ketiga, Kawasan yang dimana manusianya merasa secara total mengalami ketidakmampuan. Dalam hal ini, agama berwujud dalam suatu peribadatan, ia memberikan harapan pada masyarakat mengenai sesuatu yang diluar kemampuan manusia.

    Agama sebagai tolok ukur norma yang mengarahkan masyarakat pada suatu perilaku, dari perilaku yang secara terus menerus berulang ini, akan menciptakan suatu pola perilaku, pola perilaku inilah yang menjadikannya sebagai ciri khas masyarakat. Setiap masyarakat memiliki ciri khasnya masing-masing. Dan, setiap ciri khas, terikat oleh sistem norma yang terwujud dalam suatu agama. sehingga, setiap masyarakat selalu terikat oleh agamanya.
  • 0 comments:

    Post a Comment