• Agama dan Religi

    Agama dan Religi
    Oleh: M. Quraisy Ali


    Agama berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “tidak kacau”. Maksud dari “tidak kacau” mengacu pada peraturan dalam kehidupan manusia guna untuk menghindari ke-kacau-an. Sederhananya, agama merupakan ajaran hidup agar tidak menyimpang.
    Menurut Anthony F.C. Dalam buku antropoligi William A Haviland, agama adalah seperangkat upacara yang memiliki rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan-kekuatan supernatural dengan maksud mencapai atau menghindari suatu perubahan realitas pada manusia dan alam. Dari definisi diatas, maka dapat dikatakan bahwa manusia menggunakan agama untuk memecahkan permasalahan yang berada diluar batas kendali manusia tersebut.
    Agama dalam bahasa inggris berarti Religion, atau dalam bahasa belanda disebut dengan Religare. Secara bahasa, berasal dari kata re dan ligare yang artinya menghubungkan kembali tali hubungan antara Tuhan dan Manusia yang telah terputus oleh dosa-dosanya.
    Dari definisi diatas, penulis berpendapat bahwa agama dalam pendekatan bahasa yang diambil dalam bahasa sansekerta, ditafsirkan sebagai seperangkat aturan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera. Sedangkan religi di tafsirkan sebagai penghubung antara manusia dengan Tuhannya.
    Dalam sudut pandang sosiologi, agama adalah gejala sosial yang umum dimiliki oleh seluruh masyarakat yang ada di dunia ini. Ia merupakan salah satu aspek dalam kehidupan sosial dan bagian dari sistem sosial dalam suatu masyarakat.

    Menariknya, Agama bukanlah sesuatu yang real dan nyata, namun agama tetap dipegang dan diyakini sebagai kebenaran absolute. Pada faktanya, agama adalah kebenaran subjektif, sebab, masing-masing kaum agama memiliki kebenarannya tersendiri. Sehingga, agama diyakini sebagai kebenaran absolut tak lain hanya karena candu dalam diri manusia untuk memegang suatu hal yang pasti, yang dipegang teguh dan dijadikan tolok ukur  kebenaran. Sebab jika tidak ada tolok ukur dalam mengukur kebenaran, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosialnya.
  • 0 comments:

    Post a Comment